inspirasi

Nama  : Muhammad Rifqi

NRP     : F24100109

Laskar : 9

Cerita 1

PEMAKNAAN KATA SARJANA

Cerita inspirasi yang saya tuliskan ini sebagai salah satu syarat tugas Masa Perkenalan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB). Cerita inspirasi yang saya tuliskan ini menyangkut diri saya sendiri dan muncul ketika saya menonton salah satu film berjudul 3 idiots di salah satu stasiun TV.

Masuk universitas yang paling bergengsi merupakan dambaan setiap siswa yang baru lulus Sekolah Menengah Atas atau yang setingkat dengannya, walaupun ada siswa yang punya pandangan lain yang mereka yakin bahwa jika mereka ingin sukses, mereka tidak perlu kuliah. Itu sah sah saja. Sudah menjadi konsekuensi logis, mereka yang sudah menempuh pendidikan sarjana di sebuah universitas, ketika mereka lulus akan mendapatkan gelar sarjana. Terkadang orangtua memaksakan kehendak kepada anak-anaknya untuk mendapatkan gelar sarjana ini. Mereka memberikan apa yang anaknya butuhkan (menurut mereka) untuk memfasilitasi anaknya dalam menempuh gelar sarjananya.

Dalam film itu diceritakan 3 orang remaja yang baru menempuh pendidikan sarjananya di salah satu universitas di India. Mereka mempunyai karakter yang berbeda dan unik sehingga dalam perjalanan mereka menempuh sarjana, dijumpai kejadian – kejadian yang membuat kita tersadar akan pentingnya ilmu yang diiringi dengan hati. Film ini saya lihat ketika saya akan mengikuti ujian SNMPTN dan juga menjadi salah satu penyemangat saya memilih IPB, sekalipun di pilihan kedua.

Selama ini sekolah saya selalu diberikan motivasi bahwa kita harus menempuh pendidikan setinggi-tingginya, itu benar dan sangat benar. Namun saya merasa ada yang aneh, ada yang sekolah tidak berikan kepada siswa – siswanya, yaitu semangat untuk mensyukuri ilmu yang didapat dan mengamalkannya dalam kehidupan. Selama ini yang dicekoki adalah bagaimana kita bisa memahami konsep, namun tidak diberikan bagaimana kita mengagumi ilmu itu.

Lewat film ini, saya mendapatkan inspirasi bahwa dimanapun kita, berusahalah untuk bisa memahami ilmu dengan benar, bukan hanya sekedar mempelajarinya dan berusaha untuk bermanfaat untuk orang lain, dalam hal ini sahabat kita. Lalu jangan jadikan sarjana tujuan akhir kita, namun jadikan sarjana itu sebagai jalan kita untuk berbuat lebih banyak lagi manfaat kepada orang sekitar kita dan kebermanfaatannya pun tidak harus berhubungan dengan gelar sarjana kita, tidak harus.

Cerita 2

KETUA OSIS

Cerita inspirasi yang pernah saya alami dan berhubungan dengan orang lain adalak ketika saya duduk di kelas 3 awal SMA. Secara langsung juga berhubungan dengan saya sendiri. Intinya, saya berusaha menginspirasi orang lain.

Ketika saya menjabat sebagai ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah di sekolah saya, ada salah seorang siswa baru yang diam diam memperhatikan saya, mungkin itu juga konsekuensi saya sebagai ketua. Siswa tersebut adalah siswa kelas 1. Perangai siswa tersebut sangat aktif, bertanya dalam forum apapun dan sangat semangat dan pandai menyemangati teman-temannya. Didukung juga wajahnya yang tampan dan sangat menarik.

Ketika waktu shalat dhuhur, saya mencarinya dan bertemu juga di masjid, dia juga akan melaksanakan shalat. Setelah saya berbincang – bincang dengannya, dia mengatakan kepada saya bahwa dia juga ingin menjadi ketua OSIS. Namun yang membuat saya heran adalah ketika saya menanyakan alasannya dia mau menjadi ketua OSIS. Dia menjawab “keren aja kak saya ngeliat kakak. Tapi saya masih ragu ka..”.

Saya tersenyum sendiri mendengarnya. Tapi saya juga tidak mau kalau tujuannya menjadi ketua OSIS hanya karena melihat orang lain. Saya mau dia menjadi ketua OSIS karena alasan yang kuat, dan juga alasan yang bermanfaat. Menjadi ketua OSIS bukan hal main main. Setelah berbicara panjang, masuklah kami ke acara penyambutan siswa baru yang selanjutnya. Namun ada yang aneh dari siswa yang tadi, dia menjadi diam dan tidak aktif  bertanya.

Selesai acara saya bertanya kepadanya ketika bertemu dengannya. Dia menjelaskan kepada saya bahwa perkataan saya tadi sedikit menusuk di hatinya. Namun dia merasa lebih semangat karena dia merasa saya telah membuka pikirannya dan dia lebih bersemangat menjadi ketua OSIS dengan tujuan yang benar.

Terakhir ketika saya sudah masuk di asrama TPB IPB, saya mendengar kabar bahwa siswa tersebut telah menjadi ketua OSIS, 2 tahun di bawah saya.

Posted in Uncategorized | Leave a comment